Wartaminangnews.com - Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc., dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa telah terjadi gempabumi tektonik di wilayah Timur Laut Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Sabtu (04/04) pukul 18.21.12 WIB.
"Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M5,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,12° LS dan 99,97° BT, atau tepatnya berada di laut, sekitar 43 kilometer arah Tenggara Tua Pejat, Sumatera Barat, dengan kedalaman 40 kilometer,"ujarnya.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi ini termasuk jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki pola pergerakan naik (thrust fault),"jelas Rahmat.
Dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain:
• Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman dengan skala intensitas III–IV MMI (dirasakan banyak orang di dalam rumah)
• Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan skala intensitas II–III MMI (getaran terasa nyata di dalam rumah)
• Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, dan Kabupaten Solok Selatan dengan skala intensitas II MMI (dirasakan sebagian orang, benda ringan bergoyang)
Dia menambahkan,BMKG menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan, gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 18.43 WIB, hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pastikan informasi resmi hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, seperti website www.bmkg.go.id, media sosial @infoBMKG, serta aplikasi resmi BMKG,"imbuhnya.(*)



0 Komentar