Mari bersama sama kita sukseskan acaranya

 


Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, 7 Hektare Ludes Terbakar, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing

 

BNPB mengerahkan dua unit helikopter water bombing Padamkan Api Di TPA Jatiwaringin (*)

Wartaminangnews.com,Tangerang – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, masih terus berlangsung. Hingga Rabu (1/7) sore, kobaran api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan, bahkan petugas mendeteksi munculnya dua titik api baru di sisi utara kawasan TPA.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026. Status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari, mulai 1 hingga 14 Juli 2026, guna mempercepat penanganan kebakaran dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengatakan kebakaran yang pertama kali terjadi pada Selasa (30/6) sekitar pukul 12.30 WIB telah menghanguskan sekitar 7 hektare dari total luas TPA yang mencapai 33 hektare.

"Asap pekat yang terus membumbung dari lokasi kebakaran mulai mengganggu aktivitas warga di sekitar kawasan TPA. Sebanyak 50 jiwa terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari paparan asap,"sebut dia.

Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. BPBD Kabupaten Tangerang telah menyalurkan 46 kasur serta menyiagakan tim kesehatan yang memberikan pelayanan selama 24 jam bagi masyarakat terdampak.

Dalam upaya mempercepat pemadaman,lanjutnya BNPB bersama pemerintah daerah mengerahkan operasi gabungan melalui jalur darat dan udara.

Di darat, puluhan personel gabungan dari BPBD Kabupaten Tangerang, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta instansi terkait terus berjibaku memadamkan api menggunakan armada pemadam kebakaran pada titik-titik yang masih dapat dijangkau kendaraan.

"Sementara itu, untuk menjangkau titik api yang berada di area tumpukan sampah dengan elevasi tinggi, BNPB mengerahkan dua unit helikopter water bombing. Satu helikopter telah melaksanakan satu sorti penyiraman pada Rabu (1/7) sore, sedangkan satu unit lainnya telah selesai dimobilisasi dan siap beroperasi,"jelas Abdul Muhari.

Kedua helikopter dijadwalkan kembali melakukan operasi pembasahan (water bombing) dan pendinginan (cooling down) dari Bandara Pondok Cabe pada Kamis (2/7) guna mempercepat pengendalian api.

Meski demikian, proses pemadaman masih menghadapi berbagai kendala. Petugas harus berhadapan dengan titik api yang berada di puncak timbunan sampah serta kepulan asap tebal yang mengurangi jarak pandang dan menyulitkan proses pemadaman.

Melihat kompleksitas penanganan di lapangan, BNPB merekomendasikan aktivasi Pos Komando (Posko) terpadu agar koordinasi lintas instansi semakin optimal dalam penanganan kebakaran maupun dampaknya terhadap masyarakat.

BNPB juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat asap pekat menyelimuti kawasan. Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memberikan perlindungan khusus kepada balita, lansia, serta penderita penyakit pernapasan, dan hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah guna menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.

"Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus berupaya memadamkan api agar kebakaran tidak meluas ke area lainnya serta memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,"imbuh Abdul Muhari (*)


Posting Komentar

0 Komentar