Mari bersama sama kita sukseskan acaranya

 


Mahasiswa KKN Unand Pelajari Inovasi BUMNag Nagari Pauah, Peternakan Ayam Petelur Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal

 



Wartaminangnews.com,Pasaman – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas yang bertugas di Nagari Pauah Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman melakukan kunjungan edukatif ke unit usaha Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang mengelola peternakan ayam petelur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenal lebih dekat tata kelola usaha nagari sekaligus menggali potensi ekonomi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan langsung mengenai perkembangan usaha peternakan ayam petelur yang mulai dirintis pada akhir Agustus 2025 dengan populasi awal sebanyak 540 ekor ayam. Pada tahap awal operasional, kebutuhan pakan masih didukung melalui pendanaan dari dana desa. Namun, berkat pengelolaan yang baik dan meningkatnya hasil produksi, saat ini seluruh biaya pakan telah dapat dipenuhi dari hasil penjualan telur sehingga usaha mampu berjalan secara mandiri.

Kini, peternakan BUMNag Nagari Pauah mampu menghasilkan sekitar 15 tray atau sekitar 450 butir telur setiap hari. Produksi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Nagari Pauah sekaligus menjadi sumber pendapatan yang mendukung kemandirian ekonomi nagari.

Tidak hanya mengembangkan peternakan ayam petelur, BUMNag Nagari Pauah juga menerapkan konsep pertanian terpadu (integrated farming) dengan mengombinasikan peternakan ayam dan budidaya ikan lele. Limbah organik dari peternakan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi untuk budidaya lele, sehingga menciptakan sistem usaha yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Konsep ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Meski menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, usaha tersebut masih menghadapi tantangan. Direktur BUMNag Nagari Pauah, Yon Surada, mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum memiliki teknologi untuk memproduksi pakan secara mandiri.

"Kendala yang kami hadapi saat ini adalah belum tersedianya teknologi untuk penggilingan pakan. Padahal, kami ingin memproduksi pakan sendiri dengan memanfaatkan jagung hasil budidaya masyarakat sebagai bahan baku utama, sehingga ke depan usaha ini bisa lebih mandiri," ujar Yon Surada.

Menurutnya, apabila mesin penggilingan pakan dapat direalisasikan, BUMNag tidak hanya mampu menekan biaya produksi, tetapi juga akan meningkatkan penyerapan hasil panen jagung masyarakat sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga Nagari Pauah.

Bagi mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami secara langsung bagaimana sebuah usaha nagari dikelola secara profesional, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam merancang program kerja yang mendukung pengembangan potensi lokal sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Nagari Pauah.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat, BUMNag Nagari Pauah diharapkan terus berkembang sebagai motor penggerak ekonomi desa, menciptakan lapangan usaha, memperkuat ketahanan pangan, serta menjadi contoh pengelolaan usaha nagari yang mandiri dan berkelanjutan.


Posting Komentar

0 Komentar