Wartaminangnews.com - Telkomsel menggelar kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (4/7), sebagai bagian dari inisiatif pelestarian lingkungan bertajuk Telkomsel Jaga Bumi Movement. Program ini merupakan bagian dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir di berbagai wilayah Indonesia.
Sejalan dengan semangat gerakan lingkungan yang diusung melalui Telkomsel Jaga Bumi, inisiatif ini bertujuan untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Telkomsel membuka ruang partisipasi aktif bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan Telkomsel Jaga Bumi Movement di Nagari Sungai Pinang melibatkan puluhan volunteer yang terdiri dari karyawan Telkomsel, perwakilan masyarakat, komunitas lingkungan, pemerintah nagari, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya yang memiliki perhatian terhadap konservasi kawasan pesisir, di antaranya KKI WARSI dan LPHN.
Sebelum melaksanakan aksi penanaman mangrove, para peserta terlebih dahulu mengikuti kegiatan bersih-bersih pantai sebagai upaya mengurangi sampah yang berpotensi mencemari kawasan pesisir dan mengganggu ekosistem laut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar diesel. Peserta juga mengikuti sesi edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim.
Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifki Sya’bani, mengatakan, “Kami menyadari bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kepedulian yang semakin tinggi terhadap isu lingkungan. Melalui Telkomsel Jaga Bumi, kami ingin menghadirkan wadah kolaborasi yang memungkinkan seluruh elemen masyarakat terlibat dalam aksi nyata menjaga bumi.
"Kami percaya bahwa upaya pelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,"ucapnya.
Kawasan pesisir Nagari Sungai Pinang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi ekosistem mangrove yang penting bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Selain berfungsi menyerap karbon dioksida dari atmosfer, mangrove juga berperan sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, menjaga kualitas perairan, serta menjadi habitat berbagai jenis biota laut yang mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir.
Telkomsel Jaga Bumi Movement
Telkomsel merancang Telkomsel Jaga Bumi Movement untuk memantik partisipasi publik melalui tiga pilar aksi:
Telkomsel Jaga Bumi Future Impact Challenge: Kompetisi nasional yang mengundang generasi muda berusia 15–35 tahun untuk beradu gagasan dan aksi nyata dalam menciptakan solusi inovatif terhadap tantangan lingkungan dan perubahan iklim. Telkomsel membuka pendaftaran mulai 22 April hingga masa kurasi pada 5-10 Juli 2026. Peserta terbaik akan mempresentasikan ide mereka pada sesi final pitching pada 15 Juli, sebelum sesi awarding di Yogyakarta pada 18 Juli 2026.
Talkshow Series: Telkomsel mempertemukan praktisi, pakar dan komunitas peduli lingkungan bersama pelaku industri dalam enam sesi diskusi dengan beragam topik dan tema mengenai isu iklim, ekonomi sirkular dan masa depan lingkungan yang berlangsung dari 19 Mei hingga 16 Juli 2026.
Penanaman Pohon & Lokakarya: Telkomsel juga mengajak komunitas peduli lingkungan untuk turun langsung ke empat titik strategis dalam gelaran Telkomsel Jaga Bumi Lestari untuk melakukan penanaman pohon dan lokakarya bersama warga lokal, yakni di Ciampea Bogor (4–6 Juni), Palu (18–20 Juni), Pesisir Selatan Sumatera Barat (2–4 Juli), dan Kulon Progo Yogyakarta (16–18 Juli 2026).
Tukar Poin jadi Pohon dan Sulap Limbah Plastik
Selain menyasar generasi muda, Telkomsel juga mempermudah ratusan juta pelanggannya untuk menjadi pahlawan lingkungan dari genggaman tangan. Berkolaborasi dengan platform Jejak.in, Telkomsel kembali membuka program Carbon Offset. Pelanggan cukup menukarkan 5.000 Telkomsel Poin (setara 0,1 pohon) atau 50.000 Telkomsel Poin (setara 1 pohon) melalui MyTelkomsel super app atau SMS. Telkomsel akan mengirimkan laporan perkembangan pohon tersebut langsung ke email pelanggan secara berkala.
Di sisi pengelolaan limbah atau waste management, Telkomsel melanjutkan program daur ulang plastik bersama mitra PlusTik dan Liberty Society. Program ini mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan kartu SIM bekas serta cangkang kartu perdana dari jaringan outlet reseller Telkomsel untuk diubah menjadi produk siap pakai seperti blok paving, tempat sampah, kotak serba guna, dudukan kartu perdana dan ponsel untuk Mitra Outlet. Telkomsel juga mengumpulkan baju dan pakaian bekas dari karyawan untuk diolah menjadi barang yang memiliki nilai tambah.
Telkomsel Jaga Bumi tidak hanya menyasar pelanggan, tetapi juga mengedepankan peran aktif karyawan sebagai agen perubahan. Melalui sejumlah inisiatif internal seperti Green Challenge, Smart Mobility Initiative, Energy Saving Movement, dan Carbon Calculator Activation, karyawan didorong untuk mengadopsi perilaku ramah lingkungan dalam keseharian mereka.
Sejak tahun 2022, Telkomsel Jaga Bumi telah berhasil mengajak lebih dari 121 ribu pelanggan untuk turut serta dalam program carbon offset melalui redeem Telkomsel Poin dan berhasil mencatat capaian lebih dari 39 ribu pohon telah ditanam di 13 kota/kabupaten, dengan areal konservasi seluas 37 Ha dan berhasil menyerap emisi karbon lebih dari 83 tCO2e.



0 Komentar