Stop Bullying Di Lingkungan Sekolah

 


BNPB Perkuat Operasi Udara dan Darat Tangani Karhutla di Enam Provinsi Prioritas

 


Wartaminangnews.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi terpadu di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., menyampaikan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui pengerahan satuan tugas darat dan udara yang beroperasi di bawah koordinasi pos komando (posko).

Operasi udara diperkuat dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), water bombing, serta patroli udara untuk memantau perkembangan titik api sekaligus mendukung proses pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Secara keseluruhan, BNPB mengerahkan 39 unsur udara untuk mendukung pemantauan dan penanganan karhutla di enam provinsi prioritas tersebut.

39 Unsur Udara Dikerahkan

Di Riau, satgas udara diperkuat satu helikopter patroli, satu armada OMC, dan lima helikopter water bombing.

Sementara di Jambi, BNPB mengerahkan satu helikopter patroli, satu armada OMC, serta dua helikopter water bombing.

Untuk Sumatera Selatan, terdapat satu helikopter patroli, satu armada OMC, dan tujuh helikopter water bombing.

Kemudian di Kalimantan Selatan, dikerahkan satu helikopter patroli, satu armada OMC, dan tiga helikopter water bombing. Di Kalimantan Tengah, terdapat satu helikopter patroli, satu armada OMC, serta empat helikopter water bombing.

Sedangkan di Kalimantan Barat, satgas udara diperkuat dua helikopter patroli, satu armada OMC, dan lima helikopter water bombing.

Pengerahan kekuatan udara tersebut ditujukan untuk mempercepat deteksi titik api, memantau kondisi lapangan, serta memberikan dukungan pemadaman dari udara. Patroli udara berperan penting dalam mengidentifikasi perkembangan situasi, sementara water bombing difokuskan pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Di Kalimantan Selatan, salah satu armada yang digunakan untuk mendukung patroli udara adalah pesawat Cessna Caravan 208 registrasi PK-SNK. Sementara operasi water bombing didukung helikopter Sikorsky Black Hawk registrasi N711BF.

1.842 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Di tengah penguatan operasi, pemantauan titik panas atau hotspot terus dilakukan sebagai bagian dari sistem peringatan dini karhutla.

Berdasarkan data SiPongi dengan pemantauan satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB, tercatat 1.842 titik panas di lima provinsi di Kalimantan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 titik memiliki tingkat kepercayaan sedang (medium confidence), sedangkan 10 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high confidence).

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 976 titik, terdiri dari 968 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan delapan titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Selanjutnya, Kalimantan Barat tercatat memiliki 489 titik panas, terdiri dari 487 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan dua titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara itu, Kalimantan Timur mencatat 237 titik, Kalimantan Selatan 125 titik, dan Kalimantan Utara 15 titik. Seluruh titik panas di tiga provinsi tersebut berada pada tingkat kepercayaan sedang.

Operasi Darat Diperkuat

Selain mengoptimalkan operasi udara, BNPB juga memperkuat penanganan melalui jalur darat. Pemerintah daerah didorong meningkatkan kesiapsiagaan serta menetapkan status siaga atau tanggap darurat sesuai perkembangan ancaman karhutla di wilayah masing-masing.

Penguatan operasi darat dilakukan melalui pengaktifan posko dan satuan tugas penanganan karhutla. Posko menjadi pusat koordinasi untuk memantau perkembangan situasi, mengerahkan personel dan peralatan, serta menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.

BNPB juga memberikan dukungan sumber daya dan peralatan kepada daerah sesuai kebutuhan untuk memperkuat kemampuan pemadaman, penanganan titik api, pemantauan wilayah rawan, hingga mencegah kebakaran meluas.

Penanganan darat menjadi bagian penting karena api dan bara di sejumlah wilayah membutuhkan pemadaman serta pemantauan berulang. Dukungan water bombing dari udara kemudian diperkuat dengan penanganan langsung di lapangan untuk memastikan titik api benar-benar terkendali.

Pencegahan Jadi Kunci

BNPB menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman. Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan munculnya titik api sejak dini.

BNPB bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait terus mendorong masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” demikian penekanan BNPB.

Dengan sinergi operasi udara dan darat, BNPB berharap penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan karhutla serta segera melaporkan setiap indikasi kebakaran kepada petugas atau pemerintah daerah. Respons cepat dan kolaborasi seluruh unsur menjadi kunci untuk mencegah api berkembang menjadi bencana yang lebih luas.(*)


Posting Komentar

0 Komentar