Wartaminangnews.com — Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah kehilangan kontak di perairan Selat Sunda terus diintensifkan oleh tim SAR gabungan. Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis, dua awak, dan satu pemandu yang sebelumnya bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., dalam siaran pers menyampaikan bahwa rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Posisi terakhir rombongan diketahui sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
"Sejak saat itu, operasi pencarian dan pertolongan langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur SAR,"sebut dia.
Pencarian tidak hanya dilakukan melalui jalur laut,lanjutnya tetapi juga diperkuat dengan dukungan udara. Di jalur laut, area pencarian di sisi selatan Gunung Anak Krakatau diperluas hingga sekitar 20 nautical mile (NM) dari pusat aktivitas gunungapi.
"Wilayah pencarian kemudian diperluas ke arah utara dengan mempertimbangkan kondisi arus laut, pergerakan gelombang, serta arah angin,"ujar Berton.
Dia menambahkan,Tim juga memperhitungkan kemungkinan pergerakan objek maupun korban hingga ke wilayah perairan Lampung.
Dari udara, pencarian didukung penggunaan helikopter dan drone untuk membantu melakukan pemantauan visual di sejumlah titik yang menjadi sasaran operasi.
Namun, hingga pencarian melalui udara pada Kamis (10/9), tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut di daratan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau.
"Pemantauan visual terhadap Pulau Sertung juga belum menunjukkan adanya tanda-tanda keberadaan rombongan. Meski demikian, pencarian langsung di Pulau Sertung tetap mempertimbangkan faktor keselamatan karena wilayah tersebut berada dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau,"ungkapnya.
Dalam proses pencarian, tim juga menemukan sebuah benda yang diduga berupa pelampung atau jaket keselamatan. Benda tersebut masih menjalani proses identifikasi sehingga belum dapat dipastikan apakah memiliki keterkaitan dengan delapan orang yang sedang dicari.
"Operasi SAR terus dioptimalkan dengan melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, BPBD Kabupaten Serang, BPBD Provinsi Banten, unsur TNI/TNI AL, Polri/Polairud, unsur SAR Lampung, pemerintah daerah, nelayan, masyarakat, Potensi SAR, serta berbagai unsur terkait lainnya,"jelas Berton.
Hingga Jumat (11/9), keberadaan dan kondisi kedelapan orang tersebut masih belum dapat dipastikan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian berdasarkan perkembangan kondisi lapangan dan hasil pemantauan terbaru.
BNPB bersama instansi terkait juga terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus perkembangan operasi pencarian di wilayah Selat Sunda. Setiap perkembangan di lapangan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan dan operasi tim SAR gabungan.



0 Komentar