Wartaminangnews.com,Bukittinggi — Dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program Penerapan Ipteks Masyarakat (PIM) di CV. Perbengkelan Daihatsu-Isuzu TASS (Tanjung Alam Service Station), Simpang Tanjung Alam, Bukittinggi. Kegiatan ini mengusung tema “Pendampingan Manajemen Persediaan Suku Cadang dan Optimalisasi Layout Bengkel Mobil untuk Meningkatkan Produktivitas dan Sustainability Usaha.”
Program pendampingan ini bertujuan memperkuat pengelolaan persediaan suku cadang, meningkatkan efisiensi alur kerja, serta mendukung keberlanjutan operasional bengkel melalui penerapan manajemen berbasis data.
Ketua tim pelaksana, Eka Rosalina, S.E., M.Si., Ak., menjelaskan bahwa pengelolaan persediaan dan tata letak ruang kerja merupakan aspek penting dalam meningkatkan produktivitas usaha jasa perbengkelan.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya membantu mitra membangun sistem pengelolaan persediaan yang lebih terstruktur, mengoptimalkan alur kerja bengkel, serta memperkuat kemampuan manajerial karyawan. Harapannya, solusi yang diterapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi efisiensi dan keberlanjutan usaha,” ujar Eka dalam pernyataan yang disiapkan untuk publikasi kegiatan.
Pendampingan mencakup lima aspek utama, yaitu penerapan sistem pencatatan persediaan berbasis digital, analisis dan optimalisasi tata letak bengkel, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta monitoring dan evaluasi kinerja menggunakan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI).
Dalam pengelolaan suku cadang, tim PNP mendorong penerapan pencatatan keluar-masuk barang secara terstruktur, pengelompokan suku cadang fast moving dan slow moving, serta penetapan reorder point untuk membantu mengantisipasi kekurangan stok dan menekan penumpukan persediaan.
Sementara itu, optimalisasi tata letak dilakukan melalui analisis alur kerja, dengan mempertimbangkan efisiensi pergerakan mekanik, kemudahan akses peralatan dan suku cadang, keselamatan kerja, serta kenyamanan pelanggan.
Dukungan Mitra dan Komitmen Keberlanjutan
Pimpinan CV. Perbengkelan Daihatsu-Isuzu TASS menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim PNP. Menurutnya, penguatan sistem manajemen operasional merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga keberlangsungan usaha.
“Pendampingan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengevaluasi pengelolaan persediaan dan alur kerja bengkel. Kami berharap penerapan sistem yang lebih terstruktur dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat pelayanan, dan mendukung peningkatan kepuasan pelanggan,” ujar pimpinan mitra.
Mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Kegiatan PKM ini sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas serta penguatan daya saing usaha.
Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur melalui penerapan teknologi digital sederhana dalam pengelolaan persediaan dan pengembangan sistem operasional yang lebih efisien.
Penerapan manajemen persediaan yang terstruktur dan upaya mengurangi pemborosan sumber daya juga memiliki keterkaitan dengan SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Melalui pengelolaan stok yang lebih tepat dan perbaikan proses kerja, mitra diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Akuntansi PNP yang terdiri atas Eka Rosalina, S.E., M.Si., Ak. selaku ketua, Syafira Ramadhea Jr., S.E., M.Ak. dan Eliyanora, S.E., Ak. sebagai anggota, serta beberapa mahasiswa Program Studi Akuntansi PNP, yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Tim pelaksana berkolaborasi dengan pimpinan dan karyawan bengkel dalam proses observasi, pelatihan, diskusi, praktik penerapan sistem, serta evaluasi. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat memastikan bahwa solusi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan operasional mitra.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha, kegiatan PKM PNP ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan tata kelola, peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, serta keberlanjutan usaha jasa perbengkelan di Kota Bukittinggi.(Tim)



0 Komentar