Wartaminangnews.com — Pertamina Patra Niaga bergerak cepat menyikapi keluhan konsumen yang mengalami kendala kendaraan sejak akhir pekan lalu. Melalui Sales Area Manager Retail Sumatera Barat, Fakhri Rizal Hasibuan, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menampung, mendata, dan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.
Bagi masyarakat yang mengalami kendala, Pertamina telah menyediakan sejumlah kanal resmi pengaduan. Konsumen dapat melapor melalui Pertamina Contact Center 135, mendatangi posko khusus di SPBU, atau langsung melapor ke SPBU tempat pengisian bahan bakar terakhir.
Ratusan Laporan Masuk, Proses Penelusuran Terus Berjalan
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 108 kendaraan roda empat yang melaporkan keluhannya melalui berbagai kanal resmi Pertamina. Fakhri menjelaskan bahwa sebagian besar laporan berasal dari pengendara roda empat yang memerlukan verifikasi terkait pembelian bahan bakar.
Proses penelusuran (tracing) dan investigasi dilakukan secara berlapis. Pihak Pertamina tidak hanya menerima laporan, tetapi juga mencocokkan data transaksi serta rekaman CCTV di SPBU untuk mengetahui lokasi dan waktu pengisian secara akurat. Langkah ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan validitas setiap aduan.
Jaminan Kualitas BBM dan Wacana Kepedulian Manajemen
Untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat, Pertamina memastikan bahwa setiap pasokan bahan bakar yang dikirim ke SPBU telah melalui prosedur pengujian kualitas yang ketat. Pengujian dimulai dari depot di Teluk Kabung melalui pengecekan laboratorium, dilanjutkan dengan uji singkat (short test) di SPBU untuk menghitung densitas dan spesifikasi yang diperlukan.
Meski seluruh prosedur uji kualitas dari Depo hingga SPBU telah berjalan tanpa kendala, Pertamina tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi konsumen yang ingin mengadu. Terkait wacana bentuk kepedulian maupun ganti rugi bagi kendaraan konsumen yang terdampak, Fakhri menyatakan bahwa hal tersebut sedang dibahas dan dirumuskan oleh manajemen.
"Kami sedang mewacanakan dan mendiskusikan bentuk kepedulian dari manajemen. Namun, kami butuh data dan proses penelusuran yang rampung terlebih dahulu untuk memverifikasi hal tersebut," ujar Fakhri.
Pertamina mengimbau konsumen yang mengalami kendala serupa agar tidak ragu melaporkannya melalui saluran resmi agar penanganan dan investigasi dapat segera dilakukan dengan tuntas.
Salah seorang konsumen Endang meminta Pertamina lakukan penggantian kerugian akibat beli bbm jenis pertalite diduga bermasalah di SPBU Gunung Pangilun.
"Mobilnya mogok setelah beli bbm, dibawa ke bengkel, akibat kejadian tersebut keluarkan uang tujuan rupiah,"pungkas.



0 Komentar