Wartaminangnews.com — Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan kepedulian serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara aparat keamanan, ulama, tokoh adat, tokoh agama, pendidik, dan keluarga dinilai penting untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang dapat mengancam ketenteraman lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Drs. Jawari, S.H., M.H., saat melaksanakan kegiatan Jum’at Keliling (JUMLING) di Masjid Almarhamah, kawasan Ujung Gurun, Kota Padang, Jumat (30/10). Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung antara Polri dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Situasi yang aman dan kondusif akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mengembangkan perekonomian, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Kapolda juga mengingatkan sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari praktik perjudian, khususnya judi online, penyalahgunaan narkotika, kejahatan seksual terhadap anak, hingga perilaku kekerasan di kalangan anak dan remaja.
Menurutnya, munculnya berbagai persoalan tersebut dapat berkaitan dengan sejumlah faktor, seperti lemahnya pengawasan keluarga, pengaruh lingkungan pergaulan, perundungan, serta paparan konten negatif di ruang digital. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Polri tidak mungkin bekerja sendiri dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan dan penyakit masyarakat. Karena itu, kami mengajak para ulama, umara, dan seluruh umat untuk bergandengan tangan. Mari bersama-sama menguatkan amar ma’ruf nahi mungkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran,” ujar Kapolda.
Ia menambahkan, tokoh agama dan tokoh adat memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi serta membangun kesadaran masyarakat. Sementara itu, orang tua dan tenaga pendidik diharapkan lebih memperhatikan perkembangan anak, termasuk aktivitas dan pergaulan mereka di lingkungan maupun dunia digital.
Kapolda juga mengajak masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Partisipasi warga melalui kepedulian dan pelaporan yang bertanggung jawab menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung upaya pencegahan tindak kejahatan.
Dalam arahannya, Irjen Pol Jawari turut menekankan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai adat serta agama yang menjadi identitas masyarakat Sumatera Barat, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai tersebut diharapkan tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun masyarakat yang religius, harmonis, serta menjunjung tinggi norma dan hukum.
Melalui kegiatan Jum’at Keliling ini, Kapolda berharap hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin kuat. Ia juga membuka ruang komunikasi bagi warga untuk menyampaikan kritik, saran, maupun masukan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menciptakan Sumatera Barat yang aman, tertib, dan kondusif. Dengan kepedulian bersama, berbagai potensi gangguan keamanan dan persoalan sosial diharapkan dapat dicegah sejak dini.



0 Komentar