Wartaminangnews.com – Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. Datuak Sati, menggelar kegiatan sosialisasi terkait pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Sosialisasi ini berfokus pada langkah konkret pencegahan penyalahgunaan narkoba, perilaku LGBT, serta pergaulan bebas yang kian mengancam masa depan generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Darul Jamil Kelurahan Kubu Marapalam Kecamatan Padang Timur, Selasa 20 Oktober 2026, dihadiri oleh jajaran Forkopimca, tokoh adat, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang, RT, RW, LPM, Dubalang serta ratusan perwakilan pemuda dan masyarakat setempat.
Dalam orasinya, Fauzi Bahar menegaskan bahwa ancaman narkoba dan penyimpangan sosial saat ini sudah masuk ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Mantan Wali Kota Padang dua periode tersebut menyerukan perlunya benteng pertahanan yang kuat dari tingkat keluarga dan lingkungan terdekat.
"Anak kemenakan kita sedang diincar oleh bahaya nyata narkoba, pergaulan bebas, dan gerakan LGBT. Jika kita tidak mempersempit ruang gerak mereka dari sekarang, hancur masa depan nagari kita. Kita harus kembali memperkuat falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam kehidupan sehari-hari," ujar Fauzi Bahar di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Fauzi Bahar menjelaskan bahwa LKAAM Sumbar terus mendorong penguatan regulasi berbasis kearifan lokal, termasuk penerapan sanksi adat yang tegas bagi pelaku maksiat dan peredaran narkoba di lingkungan masyarakat. Namun, ia menggarisbawahi bahwa penegakan hukum dari aparat kepolisian harus diimbangi dengan kepedulian kolektif warga.
"Pemberantasan penyakit masyarakat ini tidak bisa dibebankan kepada polisi atau pemerintah saja. Perlu sinergi dan kolaborasi dari ninik mamak, orang tua, Dubalang dan pemuda di Kecamatan Padang Timur untuk aktif mengawasi lingkungannya masing-masing," tambahnya.
Sementara itu, Aidil Zulhani Camat Padang Timur menyambut baik inisiatif dan komitmen yang ditunjukkan oleh Ketua LKAAM Sumbar. Pihak kecamatan menyatakan siap menindaklanjuti sosialisasi ini dengan menginstruksikan seluruh lurah, perangkat RT/RW dan LPM serta Dubalang untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan yang mengarah pada pekat di wilayah Padang Timur.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat di Padang Timur meningkat secara signifikan, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, aman, religius, serta membudayakan nilai-nilai adat Minangkabau demi memutus rantai penyakit masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Dana Operasional RT dan RW, Kader Posyandu, Pengelola PAUD serta guru mengaji. Penyerahan dana operasional ini dilakukan guna menunjang pelayanan publik serta memperkuat sinergi antara pemerintah tingkat paling bawah dengan masyarakat. (Ade)



0 Komentar