Wartaminangnews.com — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memberantas peredaran gelap narkoba. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumbar, Brigjen Pol Solihin, saat menghadiri kegiatan Minggu Kasih di Gereja ST Efrata, Padang.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Solihin menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa peran aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk pimpinan dan jemaat gereja.
“Dalam kehidupan kita, kita harus saling membantu. Polisi tidak bisa bekerja sendiri kalau tidak bersama-sama dengan saudara-saudara sekalian. Kenapa polisi harus bersama masyarakat? Karena polisi dan masyarakat saling membutuhkan,” ujar Brigjen Pol Solihin.
Wakapolda Sumbar menyoroti bahwa ancaman terbesar yang dihadapi masyarakat saat ini adalah peredaran narkotika. Pihak kepolisian telah melakukan berbagai pengungkapan besar di sejumlah wilayah, termasuk menyita puluhan kilogram ganja serta menangkap para bandar. Namun, ia mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba harus dimulai dari benteng terkecil, yaitu keluarga.
“Ancaman paling tinggi di tempat kita adalah narkoba. Korban-korbannya sudah banyak. Oleh karena itu, mari bentengi keluarga kita dari hal-hal kecil, jangan sampai ada anggota keluarga yang ikut-ikutan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan jika ada anggota keluarga yang menjadi korban atau pemakai narkoba agar bisa mendapatkan penanganan rehabilitasi, bukan hukuman tindak pidana.
“Jika ada anggota keluarga yang menjadi pemakai, silakan laporkan untuk direhabilitasi agar bisa kembali seperti semula. Sasaran utama kepolisian dari pimpinan hingga jajaran bawah adalah para pengedar. Pengedar inilah yang harus kita basmi bersama,” tambah Wakapolda.
Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat yang beribadah, Polda Sumbar juga menyiagakan personel berseragam untuk melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah secara berkala. Selain itu, Wakapolda memberikan akses komunikasi langsung kepada tokoh agama dan masyarakat untuk melaporkan potensi gangguan keamanan.
“Jika ada hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian, silakan laporkan. Informasi yang diberikan akan kami jaga kerahasiannya,” pungkas Brigjen Pol Solihin.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa kegiatan Minggu Kasih merupakan wadah komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta mendengarkan keluhan warga secara langsung.
“Kegiatan Minggu Kasih ini merupakan komitmen Polda Sumbar dalam menghadirkan Polri yang inklusif, humanis, dan responsif di tengah masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kondusifitas lingkungan serta mendukung upaya pemberantasan narkoba demi melindungi generasi penerus bangsa,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.(*)



0 Komentar