Mari bersama sama kita sukseskan acaranya

 


Klenteng Kota Tua Direncanakan Jadi Museum Dan Destinasi Wisata Unggulan



Wartaminangnews.com – Wakil Ketua Himpunan Tjinta Teman (HTT) Padang, Albert Hendra Lukman, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Padang atas komitmennya dalam merevitalisasi kawasan Kota Tua, termasuk rencana pemugaran klenteng bersejarah yang roboh akibat gempa tahun 2009.

Albert menjelaskan bahwa perhatian Wali Kota Padang terhadap kawasan Kota Tua terlihat sejak peninjauan langsung ke lokasi klenteng saat Festival Kota Tua yang digelar beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menyampaikan gagasan untuk menjadikan bangunan klenteng yang roboh sebagai museum sejarah, sehingga masyarakat dan wisatawan dapat melihat jejak sejarah perkembangan Kota Tua Padang.

“Kami dari komunitas etnis Tionghoa sangat mengapresiasi Pak Wali Kota. Beliau memiliki visi yang jelas untuk merevitalisasi Kota Tua, termasuk klenteng yang roboh akibat gempa 2009. Rencananya bangunan ini akan dijadikan museum sejarah Kota Tua,” ujar Albert.

Lebih lanjut, Albert menyampaikan bahwa Wali Kota Padang juga telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia. Hasilnya, Menteri Kebudayaan bahkan telah datang langsung meninjau lokasi klenteng tersebut dan menyetujui rencana pemugaran serta revitalisasi kawasan.

Menurut Albert, Menteri Kebudayaan tidak hanya menyetujui pemugaran klenteng menjadi museum, namun juga mendorong agar kawasan tersebut dikembangkan lebih luas. Dengan melibatkan klenteng sebagai bagian dari kawasan Kota Tua, diharapkan wilayah tersebut dapat menjadi destinasi wisata unggulan, baik bagi Provinsi Sumatera Barat maupun Kota Padang.

“Pak Menteri justru menantang kita agar tidak hanya merevitalisasi klenteng menjadi museum, tetapi menjadikannya sebagai salah satu penggerak utama kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata unggulan,” jelasnya.

Terkait kesiapan perencanaan, Albert menyebutkan bahwa dokumen Detail Engineering Design (DED) dan master plan kawasan telah tersedia melalui dana aspirasi. Perencanaan tersebut akan dipadukan dengan konsep pengembangan museum, ruang terbuka publik, serta penetapan titik nol kawasan Kota Tua Padang.

“DED dan master plan sudah disiapkan. Tinggal kita padukan, klenteng menjadi museum, kawasan sekitar menjadi ruang terbuka, titik nol Kota Tua, tanpa menghilangkan nilai sejarah yang ada,” tambahnya.

Albert menegaskan bahwa revitalisasi ini tidak akan menghilangkan bentuk dan nilai sejarah klenteng. Bangunan akan direkonstruksi sesuai kondisi aslinya, namun peruntukannya diubah dari rumah ibadah menjadi museum dan ruang publik. Sementara fungsi rumah ibadah tetap difokuskan pada klenteng yang berada di bagian depan.

“Bentuk klenteng tidak diubah, sejarah tetap dijaga. Yang berubah hanya peruntukannya, menjadi museum, public space, ruang terbuka untuk aktivitas masyarakat. Semua orang bisa berkumpul dan beraktivitas di sana,” tutup Albert.

Dengan rencana tersebut, HTT Padang berharap revitalisasi kawasan Kota Tua dapat menjadi simbol pelestarian sejarah, penguatan toleransi budaya, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Padang.




Posting Komentar

0 Komentar