Wartaminangnews.com – Berdasarkan laporan pemutakhiran hingga pukul 17.00 WIB, gempa bumi Magnitudo 6,4 yang terjadi di Kabupaten Pacitan berdampak pada 224 jiwa di tiga provinsi dan lima kabupaten.
Abdul Muhari,Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran pers menyebutkan, dampak yang ditimbulkan meliputi kerusakan rumah dan fasilitas umum serta korban luka-luka, dengan 40 orang dilaporkan mengalami luka di Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta.
"Hingga saat ini, penanganan darurat dan pendataan lanjutan masih berlangsung di seluruh wilayah terdampak,"pungkas dia.
Gempa bumi terjadi pada Jumat, (6/2) pukul 01.06 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,99 LS dan 111,18 BT, sekitar 90 km Tenggara Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, dengan kedalaman 10 km.
Guncangan dirasakan kuat selama 2–3 detik di Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Trenggalek serta dirasakan di sejumlah wilayah di Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Berdasarkan hasil analisis, gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Abdul Muhari menjelaskan,wilayah terdampak meliputi Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Trenggalek di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bantul di Provinsi DI Yogyakarta, serta Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, dan Wonogiri di Provinsi Jawa Tengah.
Kerusakan materiil sementara tercatat berupa rumah dan fasilitas umum, antara lain di Provinsi Jawa Timur terdapat 29 unit rumah, 1 fasilitas pendidikan, dan 1 balai desa terdampak. Di Provinsi Jawa Tengah tercatat 18 unit rumah terdampak, 5 fasilitas pendidikan, serta masing-masing 1 unit fasilitas peribadatan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas umum.
"Sementara di Provinsi DI Yogyakarta dilaporkan 8 unit rumah terdampak serta fasilitas pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah,"jelas dia.
Dalam penanganan kejadian ini, lanjutnya BNPB melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan BPBD provinsi dan kabupaten/kota terdampak. BNPB memberikan dukungan koordinasi, penguatan sistem komando penanganan darurat, serta kesiapsiagaan dukungan sumber daya sesuai kebutuhan di lapangan.
"BPBD Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Bantul telah melakukan monitoring pascagempa, kaji cepat. Hingga laporan ini disusun, BPBD bersama unsur terkait masih melaksanakan penanganan darurat, pemantauan kondisi masyarakat, dan pendataan kerusakan lanjutan,"tutur Abdul Muhari.



0 Komentar