Wartaminangnews.com – Komandan Regu (Danru) Basarnas Padang, Tri Desyu Herman, menyampaikan bahwa operasi pencarian terhadap dua orang yang dilaporkan hilang di kawasan Pantai Ulak Karang Kota Padang resmi dihentikan setelah memasuki hari ketujuh pelaksanaan.
Tim SAR Gabungan sebelumnya melakukan pencarian intensif terhadap dua korban, yakni Zafran dan Rasid, yang dilaporkan hilang di wilayah Padang Utara, tepatnya di belakang kampus UBH. Namun hingga hari ketujuh, upaya pencarian belum membuahkan hasil dan keberadaan kedua korban masih belum diketahui.
Tri Desyu Herman menjelaskan, penghentian operasi tersebut dilakukan sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (SOP) Basarnas serta berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh unsur tim SAR yang terlibat.
"Operasi pencarian secara resmi ditutup pada pukul 17.00 WIB,"sebut dia.
Selama proses pencarian, lanjutnya tim di lapangan menghadapi berbagai kendala yang cukup signifikan. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang berubah-ubah, serta pasang surut air laut yang tidak menentu sehingga menyulitkan pergerakan dan efektivitas pencarian. Selain itu, luasnya area pencarian juga menjadi tantangan tersendiri, di mana pada hari terakhir penyisiran telah diperluas hingga mencapai 65 nautical miles.
"Tidak hanya itu, upaya penyelaman yang sempat dilakukan pada hari kelima juga belum membuahkan hasil maksimal. Hal ini disebabkan oleh visibilitas di bawah permukaan air yang sangat terbatas atau bahkan negatif, sehingga menyulitkan tim dalam melakukan pencarian secara optimal,"pungkas Tri
Dia menambahkan,menjelang penutupan operasi, sekitar pukul 17.00 WIB, tim sempat menerima laporan dari masyarakat terkait adanya objek terapung di perairan Pulau Karang, Pantai Ulak Karang.
"Namun setelah dilakukan pengecekan langsung serta pendokumentasian oleh tim SAR, objek tersebut dipastikan hanyalah bangkai seekor kambing, bukan korban yang sedang dicari,"jelas dia.
Meski operasi SAR secara resmi dihentikan, pihak Basarnas Padang tetap akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian dapat kembali dibuka.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Desyu Herman juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya para pengunjung dan wisatawan di kawasan pesisir pantai Kota Padang, agar selalu meningkatkan kewaspadaan.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap anggota keluarga, terutama anak-anak, saat berada di sekitar pantai.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila membawa keluarga ke pantai agar selalu dipantau dan didampingi secara langsung, tidak hanya diawasi dari jauh, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat beraktivitas di sekitar laut,” tutupnya.



0 Komentar