Stop Bullying Di Lingkungan Sekolah

 


Dua Bersaudara Asal Bukittinggi Ukir Prestasi, Rafki Kibarkan Merah Putih di Melbourne, Zilla Jadi Pasukan Istimewa di Tanah Air



Wartaminangnews.com — Semangat, disiplin, dan kerja keras mengantarkan dua kakak beradik asal Bukittinggi menorehkan prestasi membanggakan. Sang kakak, Rafki Aulia Pramana, dipercaya menjadi Komandan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, Australia.

Sementara sang adik, Azilla Neysha Pramana, berhasil menembus ketatnya seleksi Paskibraka Kota Bukittinggi dan mendapat kepercayaan sebagai Pasukan Istimewa yang bertugas dalam prosesi penaikan sekaligus penurunan Sang Merah Putih.

Dua prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga sekaligus membuktikan bahwa generasi muda Bukittinggi mampu mengukir prestasi hingga tingkat internasional.

Rafki, Putra Bukittinggi yang Memimpin Pengibaran Bendera di Melbourne

Rafki Aulia Pramana, yang akrab disapa Rafki, merupakan putra sulung pasangan IPTU Previe Ibra, S.H. dan Purnama Lestari, S.E. Saat ini, pemuda yang pada Juni lalu genap berusia 20 tahun tersebut tengah menempuh pendidikan Bachelor of Engineering (Honours) di Monash University, Clayton, Melbourne, Australia.

Rafki merupakan alumni SMA 2 Kweek School tahun 2024 dan kini duduk di semester tiga. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia mendapat kepercayaan untuk menjadi Komandan Paskibra pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di KJRI Melbourne, Senin (17/8).

Tampil lugas, tenang, dan penuh percaya diri, Rafki memimpin pasukan dalam menjalankan tugas pengibaran bendera Merah Putih di hadapan peserta upacara.

Namun, keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Rafki harus membagi waktu antara kewajiban kuliah di Monash University dengan latihan Paskibra yang berlangsung di Gedung KJRI Melbourne. Jarak perjalanan yang mencapai lebih dari satu jam menggunakan transportasi umum, bus dan kereta api, tidak menyurutkan semangatnya untuk menjalankan tugas.

Dengan kedisiplinan, konsistensi latihan, serta tekad pantang menyerah, Rafki akhirnya mampu menuntaskan amanah tersebut dengan baik.

Prestasi Rafki menjadi gambaran bahwa keterbatasan waktu dan jarak bukanlah penghalang bagi generasi muda untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Sang Adik Ikuti Jejak Prestasi

Semangat berprestasi juga ditunjukkan sang adik, Azilla Neysha Pramana, atau yang akrab disapa Zilla. Siswi kelas XI F.6 SMA Negeri 2 Bukittinggi tersebut berhasil melewati seleksi ketat calon Paskibraka Kota Bukittinggi yang digelar secara maraton sejak Juni 2026.

Zilla harus bersaing dengan lebih dari 300 siswa dan siswi yang mengikuti proses seleksi. Berkat kemauan kuat, kesungguhan, disiplin, serta kerja keras, Zilla berhasil menjadi bagian dari pasukan yang dipercaya mengemban tugas penting pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Tidak hanya menjadi anggota biasa, Zilla mendapat penugasan sebagai “Pasukan Istimewa”, dengan tanggung jawab dalam prosesi penaikan sekaligus penurunan bendera Merah Putih.

Keberhasilan sang kakak yang lebih dahulu dipercaya menjadi calon Paskibra KJRI Melbourne turut menjadi sumber motivasi bagi Zilla untuk mengikuti seleksi Paskibraka Kota Bukittinggi.

Dua Saudara, Satu Semangat untuk Mengharumkan Nama Bangsa

Rafki dan Zilla kini telah menunaikan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Sang kakak menjalankan amanah di negeri orang dengan membawa nama Indonesia, sementara sang adik menunjukkan dedikasi di tanah kelahirannya, Bukittinggi.

Keduanya membuktikan bahwa prestasi tidak hanya lahir dari bakat, tetapi juga dari kedisiplinan, kemauan belajar, kerja keras, dan keberanian mengambil tanggung jawab.

Meski tugas pengibaran bendera telah selesai, perjalanan Rafki dan Zilla masih panjang. Masih banyak tantangan dan tanggung jawab yang harus mereka hadapi, terutama dalam menyelesaikan pendidikan sebagai bekal untuk masa depan.

Kisah dua kakak beradik ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Bukittinggi dan Sumatera Barat bahwa dari daerah pun dapat lahir anak-anak muda berprestasi yang mampu berdiri sejajar di tingkat nasional bahkan internasional.

Merah Putih telah mereka kibarkan. Kini, pendidikan dan masa depan menjadi bendera perjuangan berikutnya yang harus mereka perjuangkan.


Posting Komentar

0 Komentar