Stop Bullying Di Lingkungan Sekolah

 


KH Abdul Hakim Mahfudz Paparkan Program Unggulan NU: Dari Penataan Organisasi hingga Penguatan Ekonomi Umat

  


Wartaminangnews.com — Calon kuat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, terus memperkuat silaturahmi dan konsolidasi dengan pengurus serta warga Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat.

Dalam kunjungannya ke Sumatera Barat, Gus Kikin menyampaikan gagasan penguatan organisasi NU dengan kembali menjadikan Qanun Asasi sebagai salah satu pijakan utama dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari, harus terus menjadi landasan dalam menghadapi tantangan organisasi dan perkembangan zaman.

“Silaturahmi ke daerah-daerah ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan apa yang harus kita lakukan ke depan. Salah satunya dengan membawa Kitab Qanun Asasi, yang menjadi asas NU sejak awal didirikan,” ujar Gus Kikin.

Tiga Pilar Penguatan NU

Gus Kikin memaparkan sejumlah fokus yang menjadi bagian dari gagasannya untuk memperkuat NU ke depan. Salah satunya adalah penataan organisasi, dengan memperbaiki tata kelola kelembagaan agar semakin tertib, efektif, dan sesuai dengan nilai-nilai dasar NU.

Selain itu, penguatan ekonomi umat menjadi perhatian penting. Potensi ekonomi warga NU di berbagai daerah dinilai perlu digali dan dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bidang pendidikan juga menjadi salah satu prioritas. Penataan lembaga pendidikan NU, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembenahan legalitas, perizinan, sertifikasi aset tanah, serta penguatan kurikulum yang berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Dorong Potensi NU Sumatera Barat

Khusus di Sumatera Barat, Gus Kikin melihat adanya potensi besar yang dapat dikembangkan melalui penguatan ukhuwah dan kolaborasi antara pengurus, pesantren, lembaga pendidikan, serta warga NU.

Menurutnya, NU tidak hanya memiliki peran dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelayanan sosial bagi masyarakat.

“Silaturahmi ini mutlak untuk mempererat ukhuwah. Di NU, fokus utama kita adalah pendidikan, kesehatan, dan khidmat untuk kemaslahatan masyarakat. Semua potensi ekonomi dan pendidikan di Sumatera Barat tentu akan terus kita pikirkan dan kembangkan bersama,” pungkasnya.

Melalui penguatan silaturahmi dan konsolidasi tersebut, Gus Kikin berharap NU semakin solid, mandiri, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.

PBNU bakal menggelar Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27-30 Agustus mendatang. Waktu pelaksanaan Muktamar mundur dari sebelumnya yang ditetapkan pada 1-5 Agustus 2026.

Posting Komentar

0 Komentar