Stop Bullying Di Lingkungan Sekolah

 


Saat Air Menjadi Tantangan, Petugas Berpacu Menjinakkan Api di Palembang

 




Wartaminangnews.com — Asap tipis masih terlihat di sekitar lahan terbuka di kawasan Perumahan Taman Asri, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Rabu (16/9) malam. Di tengah kondisi lahan yang kering, petugas terus bergerak memastikan bara yang tersisa tidak kembali berubah menjadi kobaran api.
Bagi Muhammad Aryansah, Kasie Kedaruratan BPBD Kota Palembang, penanganan kebakaran lahan bukan sekadar soal memadamkan api. Di lapangan, petugas juga harus berpacu dengan kondisi lingkungan yang kering dan keterbatasan pasokan air.
“Saat ini kita sedang berada di titik api yang keempat di Kecamatan Sematang Borang ini,” ujar Aryansah.
Ia menjelaskan, kejadian bermula dari Jalan Takwa, tepatnya di belakang Lapas Kelas I Kota Palembang. Laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 14.15 WIB. BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang kemudian langsung bergerak menuju lokasi.
“Di lokasi pertama kita menurunkan dua unit mobil Damkar dan dua unit mobil BPBD untuk pemadaman, durasi pemadaman sekitar 2 jam setengah.” katanya.
Upaya pemadaman sempat dilakukan, namun api kembali muncul. Titik kedua masih berada di sekitar Jalan Takwa, sementara titik berikutnya berada di kawasan perumahan dan sekitar belakang TPU Sematang Borang.
“Setelah itu hidup api lagi di titik kedua di seputaran Jalan Takwa, tetap di lokasi yang sama tapi agak sedikit maju ke dalam. Jadi, lokasi kedua dan lokasi ketiga ini di Jalan Perumahan Taman Puri, itu tepatnya di belakang TPU Sematang Borang.” tutur Aryansah.
Memasuki titik keempat, petugas kembali melakukan penanganan. Dari titik pertama, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari satu hektare. Sementara luas area pada titik keempat masih dalam pendataan.
Namun, di balik upaya pemadaman tersebut, terdapat tantangan lain yang tidak kalah penting yakni air.
Kondisi kering yang terjadi di sejumlah wilayah Palembang membuat kebutuhan air untuk pemadaman semakin tinggi. Aryansah menyebut kawasan tersebut juga masuk dalam wilayah yang terdata mengalami kekeringan.
“Kalau kendalanya, kita sekarang mengalami kendala yaitu air. Karena memang situasi di seputaran Kota Palembang ini sedang kekeringan. Apalagi ini termasuk kecamatan yang kekeringan, masuk data di kami itu wilayah kekeringan.” jelasnya.
Mengenai penyebab kebakaran, petugas masih belum dapat menyimpulkan secara pasti. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, Aryansah menyampaikan dugaan awal yang masih perlu dibuktikan lebih lanjut.
“Saat ini faktor api belum bisa kita simpulkan. Kurang lebih ini sepertinya memang ada kesengajaan dibakar. Karena api tidak mungkin muncul tiba-tiba.” katanya.
Penanganan di lapangan melibatkan unsur BPBD dan Damkar Kota Palembang. Sekitar 15 personel BPBD dikerahkan bersama personel Damkar dari sejumlah posko, sehingga total kekuatan yang diturunkan mencapai sekitar 75 personel.
“Jumlah personil kami yang terlibat dari BPBD sendiri itu ada sekitar 2 tim yang turun. Berarti 15 orang kemudian Damkar 2 regu, itu sekitar 75 personil yang kita turunkan.” ujar Aryansah.
Di tengah upaya petugas menjaga agar api tidak kembali meluas, Aryansah mengingatkan bahwa pencegahan tidak hanya berada di tangan petugas. Masyarakat memiliki peran penting, terutama dalam kondisi lahan yang kering.
Ia meminta warga tidak membakar sampah, terlebih di lahan terbuka yang mudah terbakar. Kepedulian lingkungan dan keberanian untuk saling mengingatkan menjadi bagian penting dalam mencegah kejadian serupa.
“Himbauan kami kepada warga, khususnya warga Palembang ya. Untuk tidak membakar sampah atau kami menghimbau RT setempat. Teman-teman, warga masyarakat untuk lebih aktif lagi lah. Peduli lagi terhadap lingkungan.”
“Tegur ada warganya yang coba-coba membakar sampah di wilayah lahan terbuka seperti ini.” tegasnya.
Di tengah panasnya lahan dan keterbatasan air, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa mencegah api jauh lebih mudah daripada menghadapi kobaran yang telah terlanjur membesar.
Bagi petugas di lapangan, setiap titik api yang berhasil dikendalikan bukan hanya tentang berakhirnya satu kejadian kebakaran. Lebih dari itu, ada upaya menjaga lingkungan, melindungi permukiman di sekitarnya, dan memastikan masyarakat tetap aman.(*)

Posting Komentar

0 Komentar