Wartaminangnews.com – Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan upaya penanganan dampak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25–26 November 2025 hingga awal Januari 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyuplaian air bersih ke wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Pauh.
Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa hingga saat ini BPBD telah menyalurkan lebih dari satu juta liter air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air pascabencana.
“Pada hari ini kita sama-sama menyaksikan penyuplaian air bersih oleh BPBD Kota Padang. Sudah lebih dari sejuta liter air bersih kita salurkan ke masyarakat, ini akibat dari bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Hendri Zulviton.
Ia menjelaskan, banjir dan longsor tersebut menyebabkan jaringan irigasi tidak berfungsi, sehingga aliran air ke sawah dan lingkungan warga terputus. Dampaknya, banyak sumur warga yang mengering, terutama di wilayah yang tidak terlayani oleh PDAM.
“Akibat irigasi tidak berfungsi, aliran air yang biasanya melewati sawah dan lingkungan warga kini terhenti. Sumur-sumur warga juga menjadi kering, sehingga pascabencana ini Kota Padang mengalami krisis air bersih, terutama di daerah nonlayanan PDAM,” jelasnya.
Sebagai langkah darurat, BPBD Kota Padang setiap hari melakukan pendistribusian air bersih menggunakan armada tangki air, serta menyalurkan bantuan tandon atau tangki air kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kita setiap hari melakukan pendistribusian air bersih dan juga memberikan tandon air ke warga. Armada yang kita turunkan dari BPBD Kota Padang sendiri ada dua unit, dan ini sudah berjalan sejak awal bencana hingga sekarang,” tambahnya.
Hendri Zulviton berharap, dengan upaya maksimal yang terus dilakukan, kondisi Kota Padang khususnya di wilayah terdampak dapat segera pulih. Ia juga menekankan pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur irigasi agar distribusi air bersih kembali lancar.
“Kita berupaya semaksimal mungkin agar Kota Padang cepat kembali normal, terutama daerah irigasi, sehingga ke depan air bersih bisa kembali mengalir dengan baik ke masyarakat,” tutupnya.



0 Komentar