Wartaminangnews.com – Ketua LKAAM Sumatera Barat, Fauzi Bahar, mengusulkan langkah strategis berupa pengalokasian anggaran khusus sebagai bentuk penghargaan (reward) bagi petugas lapangan dalam upaya menekan peredaran narkoba di Sumatera Barat.
Menurutnya, usulan ini memiliki urgensi tinggi guna memastikan seluruh barang bukti narkotika yang ditemukan benar-benar sampai ke penyidik dan tidak terjadi penyimpangan dalam proses penanganan.
Usulan Anggaran dan Sistem Reward
Fauzi Bahar mengusulkan agar setiap kabupaten/kota menganggarkan sekitar Rp1 miliar, ditambah dukungan anggaran sebesar Rp25 miliar dari tingkat provinsi.
Melalui sistem reward tersebut, petugas yang berhasil mengamankan barang bukti narkoba akan diberikan penghargaan finansial. Langkah ini dinilai penting agar petugas merasa dihargai serta meminimalisir potensi penyimpangan di lapangan.
“Kalau tidak kita kawal, grafiknya akan turun. Saya mengharapkan Bupati dan Wali Kota menganggarkan satu miliar per daerah. Ini soal urgensi. Jika petugas tidak diberi reward, potensi barang lepas di lapangan itu ada. Kita harus antisipasi peluang itu,” ujarnya.
Pemusnahan Total Barang Bukti
Ia menilai, tanpa sistem penghargaan yang jelas, terdapat risiko oknum melaporkan jumlah barang bukti yang lebih sedikit dari temuan sebenarnya. Oleh karena itu, transparansi dan dukungan anggaran menjadi kunci pengawasan.
Filosofi dan Strategi Pencegahan
Fauzi Bahar menekankan bahwa skema ini memberikan dua keuntungan sekaligus. Pertama, petugas mendapatkan apresiasi atas kerja kerasnya. Kedua, barang haram dipastikan tidak kembali beredar karena langsung dimusnahkan.
Ia menyebut strategi tersebut sebagai “siasat” yang pernah berhasil diterapkan saat dirinya menjabat di posisi sebelumnya, dengan memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum melalui dukungan anggaran nyata.
Fauzi Bahar berharap seluruh kepala daerah di Sumatera Barat dapat mempertimbangkan usulan ini sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memberantas peredaran narkoba demi menyelamatkan generasi muda.



0 Komentar