Wartaminangnews.com – Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Kamis (11/6/2026) pukul 03.02 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 2.400 meter di atas puncak dan teramati jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi di Bukittinggi.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom erupsi berwarna cokelat dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut. Aktivitas erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 27,7 mm dan durasi sekitar 57 detik.
PVMBG menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi merupakan bentuk pelepasan tekanan fluida yang terakumulasi di dalam tubuh Gunung Marapi. Meski aktivitas vulkanik menunjukkan kecenderungan menurun secara fluktuatif sejak rangkaian erupsi yang berlangsung sejak 3 Desember 2023, kondisi gunung api hingga saat ini masih belum sepenuhnya stabil.
"Dinamika aktivitas saat ini masih didominasi oleh aktivitas permukaan yang berkaitan dengan sistem konduit dangkal. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh gunung api masih rentan terhadap terjadinya erupsi akibat peningkatan tekanan," demikian keterangan PVMBG.
Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut saat ini masih berada pada Status Level II (Waspada), yang telah ditetapkan sejak 1 Desember 2024.
PVMBG mengingatkan bahwa potensi bahaya yang dapat terjadi masih berupa lontaran material pijar dan hujan abu vulkanik di sekitar pusat aktivitas. Oleh karena itu, masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diminta untuk tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek yang menjadi pusat aktivitas erupsi.
Selain itu, warga yang bermukim di sekitar lereng gunung diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya erupsi susulan. Masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait guna menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
PVMBG menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan status aktivitas Gunung Marapi dan pemantauan terus dilakukan secara visual maupun instrumental dari Pos Pengamatan Gunung Api Marapi di Kota Bukittinggi.
Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui situs resmi Badan Geologi Indonesia :https://geologi.esdm.go.id dan Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id
"Masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta pendaki dan wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Kawah Verbeek,"tegas PVMBG dalam rekomendasi terbarunya.



0 Komentar