Wartaminangnews.com – Misteri insiden peluru nyasar yang melukai dua warga di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) mulai menemukan titik terang. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan mendalam, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengungkapkan bahwa proyektil yang mengenai korban diduga kuat berasal dari munisi latihan yang digunakan saat kegiatan menembak oleh salah satu satuan TNI yang sedang berlatih di Lapangan Tembak Lapai.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav. Taufiq, dalam konferensi pers yang memaparkan perkembangan hasil investigasi atas insiden yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.
Di tengah proses penyelidikan yang terus berjalan, kabar menggembirakan datang dari kondisi para korban. Kapendam menyebutkan bahwa kondisi korban berangsur membaik dan terus mendapatkan perawatan medis secara intensif.
"Alhamdulillah kondisi korban semakin baik. Kami terus mendoakan agar keduanya segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa," ujarnya.
Menurut Kapendam, tim investigasi telah bekerja secara menyeluruh dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, berkoordinasi dengan kepolisian, mendalami lokasi latihan, hingga melibatkan para ahli senjata dan munisi untuk memastikan penyebab insiden secara ilmiah.
Tidak hanya itu, tim juga melaksanakan uji teori, uji lapangan, serta pemeriksaan forensik proyektil guna mencocokkan karakteristik peluru dengan senjata yang digunakan saat latihan. Hasilnya menunjukkan adanya kesesuaian antara proyektil yang ditemukan dengan munisi kaliber 9 milimeter yang digunakan dalam latihan menembak pada waktu kejadian.
"Hasil analisis, uji teori, uji lapangan, dan pemeriksaan forensik proyektil menunjukkan bahwa proyektil tersebut diduga berasal dari munisi latihan yang digunakan saat kegiatan latihan menembak berlangsung," jelasnya.
Kapendam menjelaskan, dari hasil pengujian diketahui bahwa peluru kaliber 9 milimeter yang digunakan dalam latihan memiliki daya jangkau yang dapat mencapai lebih dari satu kilometer dalam kondisi tertentu. Faktor seperti arah angin, kelembapan udara, dan posisi penembak turut memengaruhi jarak tempuh proyektil.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan langkah pencegahan, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol telah memerintahkan agar Lapangan Tembak Lapai untuk sementara waktu ditutup dan tidak digunakan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Ke depan, lokasi latihan akan dievaluasi dan kemungkinan dipindahkan ke tempat yang dinilai lebih aman.
Selain itu, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memastikan seluruh kebutuhan pengobatan dan pendampingan terhadap korban akan ditanggung hingga proses pemulihan selesai. Jika nantinya ditemukan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut, tindakan hukum sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku di lingkungan TNI akan diterapkan.
Kapendam juga menegaskan bahwa Kodam terus berkoordinasi dengan pihak UNP guna menjaga transparansi proses penyelidikan dan memastikan setiap perkembangan dapat diketahui oleh publik secara terbuka.
Dengan hasil investigasi yang mulai mengerucut, diharapkan peristiwa ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh dalam penyelenggaraan latihan militer sehingga aspek keselamatan masyarakat dapat semakin terjamin di masa mendatang.
Apresiasi Tinggi dari Pihak UNP
Langkah taktis dan respons cepat dari jajaran Kodam XX/TIB ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak akademisi. Sekretaris Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si., menyampaikan rasa terima kasihnya atas penanganan responsif yang ditunjukkan oleh institusi TNI, baik dalam hal perawatan medis korban maupun kebijakan strategis di lapangan.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas tindakan cepat dari jajaran Kodam, terutama dalam menghentikan aktivitas latihan di Lapai dan adanya wacana pemindahan lapangan tembak ke lokasi baru," kata Prof. Dr. Erianjoni.
Pihak universitas juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas layanan kesehatan dan tindakan medis prima yang diberikan kepada kedua korban sejak hari pertama insiden.
"Semoga wacana pemindahan lapangan tembak ini bisa segera terealisasi dengan cepat. Kami berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa yang mengancam keselamatan, khususnya di lingkungan kampus UNP," pungkasnya berharap, membawa suara seluruh civitas akademika yang merindukan rasa aman di ruang-ruang belaja



0 Komentar