Wartaminangnews.com – Suasana belajar di MAN 3 Padang mendadak geger setelah terjadi ledakan berkekuatan rendah (low explosive) di lingkungan sekolah, Selasa (14/7)sekitar pukul 10.15 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menjelaskan bahwa ledakan terjadi di luar ruang kelas, tepatnya dari dalam laci meja salah seorang siswa. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aparat kepolisian mengamankan seorang siswa berinisial R yang diduga terkait dengan insiden tersebut.
Menurut Kapolresta, dugaan sementara menyebutkan bahwa tindakan tersebut dipicu oleh tekanan emosional yang dialami pelaku, yang disebut sering menjadi korban perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
"Pelaku ingin melampiaskan emosi kepada temannya. Dia menaruh bom rakitan di dalam laci meja temannya yang ditujukan kepada mereka yang ada di balik tembok," ujar Kombes Pol Apri Wibowo.
Dalam penyelidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya perangkat yang diduga merupakan bom rakitan, ketapel, kelereng, serta bahan yang diduga digunakan untuk merakit bom molotov. Polisi juga mendalami dugaan bahwa pelaku mempelajari cara merakit bahan peledak secara otodidak melalui internet.
Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa penanganan terhadap pelaku tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologisnya. Pendekatan persuasif akan dilakukan guna membantu memulihkan kondisi mental pelaku.
"Kita akan mencoba untuk memulihkan semangatnya, sehingga tidak ada rasa lagi untuk emosi itu segala macam," kata Kapolresta.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian bersama pihak sekolah akan memperkuat edukasi mengenai bahaya perundungan dan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta saling menghargai. Diharapkan, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk lebih serius mencegah praktik bullying yang dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis peserta didik.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan motif di balik insiden tersebut.



0 Komentar