![]() |
| Teramati semburan lava pijar Anak Krakatau setinggi lk 200m |
Wartaminangnews.com,Lampung Selatan — Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 15.13 WIB. Berdasarkan laporan Badan Geologi, erupsi menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat daya. Saat laporan erupsi diterbitkan, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda dan secara administratif masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, saat ini masih berstatus Level III (Siaga).
Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi dan Berfluktuasi
Badan Geologi menyebut aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara intensif. Sejak awal Juni 2026, aktivitas gunung api tersebut menunjukkan peningkatan, antara lain ditandai dengan emisi gas SO₂, anomali panas, kemunculan titik api di sekitar kawah, serta peningkatan aktivitas kegempaan dangkal.
Dalam pemantauan terkini, kegempaan didominasi oleh 106 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, 75 kali Gempa Harmonik, 39 kali Tremor Menerus, 28 kali Gempa Low Frequency, dan 23 kali Gempa Hembusan. Selain itu, tercatat dua kali Gempa Letusan/Erupsi.
Secara visual, hembusan asap kawah juga masih sering terlihat dengan intensitas tebal. Kondisi tersebut menunjukkan proses pelepasan gas vulkanik dari kawah aktif masih berlangsung dan menjadi salah satu parameter yang terus dipantau untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas erupsi.
Masyarakat Diminta Waspada
Dengan kondisi aktivitas vulkanik yang masih tinggi, Badan Geologi mengimbau masyarakat di sekitar Selat Sunda, khususnya wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang memasuki dan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya seperti awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.
Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk isu mengenai tsunami. Warga di wilayah pantai Banten dan Lampung dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan BPBD dan instansi terkait.
Pemantauan Terus Dilakukan
Badan Geologi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui jaringan instrumental dan pengamatan visual.
Informasi resmi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui www.vsi.esdm.go.id, Magma Indonesia (magma.esdm.go.id), serta kanal resmi media sosial Badan Geologi.
Masyarakat juga dapat memperoleh informasi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di (022) 7272606, Pos Pengamatan Gunung Krakatau di (0254) 651449 atau 085846324506.
Badan Geologi mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mendekati kawasan terlarang, serta selalu mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari pemerintah guna menghindari risiko akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.



0 Komentar