Stop Bullying Di Lingkungan Sekolah

 


Kasat Reskrim Polres Sijunjung Tegas Berantas Mafia BBM Subsidi, Tiga SPBU Mendadak Dirazia

 



Wartaminangnews.com - Komitmen memberantas penyalahgunaan bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi terus ditunjukkan jajaran Polres Sijunjung, Sumatera Barat.

Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP Wildan Al Kautsar menegaskan, tidak ada toleransi bagi pihak yang mencoba menyalahgunakan BBM subsidi, baik pembeli, pelangsir maupun pihak SPBU yang terbukti terlibat.

Ketegasan AKP Wildan bukan tanpa bukti. Sebelum dipercaya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Sijunjung, saat menjabat Kapolsek Lubuk Kilangan, Kota Padang, ia pernah mengungkap dan mengamankan sekitar 50 ton BBM jenis solar yang diduga akan disalahgunakan.

Kini, langkah serupa kembali dilakukan di wilayah hukum Polres Sijunjung.

Dalam waktu singkat, polisi melakukan razia dan pengecekan mendadak ke sejumlah SPBU di Kabupaten Sijunjung menyusul adanya informasi serta pemberitaan terkait dugaan praktik langsiran BBM subsidi.

Pada Minggu malam hingga Senin dini hari, 16 hingga 17 Agustus 2026, petugas melakukan pengecekan di tiga SPBU, yakni SPBU 14.275.599 Muaro Gambok, SPBU 14.275.595 Muaro Bodi, dan SPBU 14.275.550 Tanah Bedantung.

Hasil pemeriksaan di lapangan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas pelangsiran BBM subsidi jenis Bio Solar maupun BBM penugasan pemerintah jenis Pertalite.

Antrean kendaraan yang ditemukan di sejumlah SPBU masih dalam kondisi wajar. Polisi juga tidak menemukan kendaraan dengan tangki modifikasi atau yang biasa disebut tangki siluman. Kendaraan yang melakukan pengisian tercatat menggunakan tangki standar.

Petugas turut memastikan pembelian BBM menggunakan barcode yang sesuai dengan kendaraan yang digunakan.

Khusus di SPBU Tanah Bedantung, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV terkait video yang sebelumnya viral di media sosial.

Dari keterangan manajer SPBU, Jasrizal, kendaraan yang terlihat mengantre dalam video tersebut merupakan kendaraan yang menunggu pengisian Bio Solar.

Pihak SPBU menjelaskan, antrean terjadi karena adanya keterlambatan pengiriman BBM dari depot menuju SPBU, sehingga sejumlah pengemudi memilih menunggu di lokasi.

Meski hasil pemeriksaan sementara belum menemukan indikasi penyalahgunaan, Polres Sijunjung memastikan pengawasan tidak akan berhenti.

Polisi akan melakukan patroli rutin ke SPBU, memberikan arahan kepada operator agar tidak melayani kendaraan yang tidak sesuai barcode, serta menolak pengisian terhadap kendaraan yang menggunakan tangki tidak standar.

Penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi juga terus dilakukan.

AKP Wildan menegaskan, setiap informasi masyarakat akan ditindaklanjuti dan apabila ditemukan bukti adanya permainan BBM subsidi, polisi akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum.

Pesannya jelas, tidak ada ruang bagi mafia BBM subsidi bermain di wilayah hukum Polres Sijunjung.

Posting Komentar

0 Komentar