Stop Bullying Di Lingkungan Sekolah

 


Respons Cepat Ditsamapta Polda Sumbar Evakuasi Ratusan Penumpang Mentawai Fast Nyaris Kandas di Muara Padang

 



Wartaminangnews.com — Ratusan penumpang kapal cepat Mentawai Fast yang melayani rute Tua Pejat menuju Padang sempat diliputi ketegangan setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kendala mesin mati akibat tersangkut di kawasan pintu Muara Padang, Jumat (14/8).

Di tengah kondisi perairan yang kurang bersahabat, Ditsamapta Polda Sumbar menunjukkan dedikasi tinggi dengan menjadi garda terdepan dalam aksi penyelamatan darurat.

Kapal yang mengangkut ratusan jiwa tersebut bertolak dari Tua Pejat pukul 14.00 WIB dan tiba di perairan pintu Muara Padang sekitar pukul 17.50 WIB. Namun, gelombang besar dan kondisi mesin yang mati membuat kapal tidak dapat bergerak, sehingga keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa segera setelah menerima laporan, pihaknya langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak cepat.

“Kami memastikan bahwa seluruh langkah penyelamatan dilakukan dengan mengedepankan keamanan penumpang, serta memastikan koordinasi antar-instansi berjalan dengan efektif demi meminimalkan risiko di lapangan,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Sebagai pilar utama dalam operasi ini, Ditsamapta Polda Sumbar di bawah komando Direktur Samapta (Dirsamapta) Polda Sumbar, AKBP Andre Anas, S.I.K., M.H., langsung menerjunkan 50 personel.

Pasukan Ditsamapta tidak hanya fokus pada pengamanan perimeter dermaga agar tetap steril, tetapi juga terjun langsung melakukan aksi evakuasi fisik.

Personel Ditsamapta bahu-membahu bersama tim gabungan melakukan penarikan kapal secara manual dari titik evakuasi agar segera dapat bersandar dengan aman di dermaga.

“Seluruh personel Ditsamapta telah kami kerahkan untuk memastikan evakuasi berlangsung tertib. Fokus kami sejak awal adalah menjaga keselamatan setiap penumpang dan memastikan situasi di lokasi tetap terkendali hingga proses pendaratan selesai sepenuhnya,” jelas AKBP Andre Anas di sela-sela memimpin operasi lapangan.

Upaya Ditsamapta ini juga didukung penuh oleh Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo, S.I.K., M.H., serta Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton yang turut memantau jalannya operasi. Sinergi lintas instansi yang solid pun terbentuk, melibatkan unsur Brimob, Polairud, Basarnas, TNI, BPBD, PMI, hingga partisipasi aktif masyarakat.

Berikut adalah rincian kekuatan personel gabungan yang dikerahkan:

• Ditsamapta Polda Sumbar: 50 personel

• Brimob: 50 personel

• Kantor SAR Padang: 36 personel

• Polairud: 20 personel

• Korem/Kodim: 20 personel

• Satrol: 15 personel

• BPBD Kota Padang: 10 personel

• PMI: 5 personel

• Masyarakat sekitar: Sekitar 100 orang

Ketegasan personel Ditsamapta dalam mengatur alur evakuasi di dermaga sangat krusial, mengingat padatnya warga yang memadati area sekitar.

Dengan profesionalisme tinggi, petugas memastikan zona steril tetap terjaga sehingga proses evakuasi penumpang dapat dilakukan tanpa hambatan berarti.

Setelah berjibaku menarik tali penarik secara bersama-sama di tengah situasi yang menegangkan, kapal Mentawai Fast akhirnya berhasil menepi dan bersandar di dermaga pada pukul 20.54 WIB.

Berdasarkan data evakuasi terbaru, total 306 jiwa berhasil diselamatkan:

• Warga Negara Indonesia (WNI): 158 orang

• Warga Negara Asing (WNA): 136 orang

• Anak Buah Kapal (ABK): 12 orang

Seluruh penumpang dan awak kapal dipastikan tiba di dermaga dalam keadaan sehat dan selamat. Rangkaian penanganan ditutup secara resmi melalui apel debriefing oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 21.50 WIB.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sigapnya Ditsamapta Polda Sumbar dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di situasi darurat.


Posting Komentar

0 Komentar