Wartaminangnews.com — Semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat Sumatera Barat kembali terlihat dalam aksi kemanusiaan. Hingga saat ini, bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana berhasil dihimpun dengan total mencapai sekitar 5,2 ton randang.
Bantuan tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat di Sumatera Barat yang secara sukarela mengumpulkan randang untuk kemudian disalurkan kepada saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah.
Dari total bantuan yang terkumpul, kontribusi masyarakat Bumi Minang mencapai sekitar 3,6 ton. Sementara bantuan yang dihimpun dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat mencapai sekitar 1,6 ton.
Seluruh bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan ke daerah tujuan. Rencananya, bantuan logistik dari Sumatera Barat akan diberangkatkan secara langsung oleh Gubernur Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya mempercepat distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Fauzi Bahar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pihak yang telah ikut berkontribusi.
Menurutnya, solidaritas tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus semangat balas budi kemanusiaan. Masyarakat Sumatera Barat pernah merasakan langsung besarnya dukungan dari berbagai daerah ketika menghadapi bencana gempa bumi pada 2009 lalu.
“Kita merasakan betul betapa nikmatnya dulu dibantu orang ketika gempa 2009 silam. Ini bahkan jangankan 5 ton rendang, 10 dus sup pun akan kita kejar dulunya,” ujar Fauzi Bahar.
Ia menilai kepedulian yang ditunjukkan masyarakat saat ini merupakan bukti kuat bahwa semangat gotong royong dan rasa persaudaraan masih tumbuh di tengah masyarakat Minangkabau.
Bantuan yang terkumpul bukan sekadar persoalan jumlah, tetapi menjadi simbol kepedulian dan solidaritas terhadap sesama yang sedang menghadapi kesulitan.
Penggalangan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa penanganan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Sumatera Barat sekaligus menjadi gambaran kuat filosofi “dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang” dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Sumatera Barat kembali menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Ketika saudara sebangsa membutuhkan pertolongan, masyarakat Bumi Minang siap bergandengan tangan dan berbagi untuk meringankan beban sesama.
Sementara itu Walikota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumatera Barat, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, dan Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau (Hipermi) yang telah menginisiasi pengiriman bantuan rendang tersebut.
Fadly Amran menambahkan, bantuan rendang sebelumnya telah dikirim pada 17 Agustus 2026 dan kembali dikirim pada hari ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat Sumatera Barat. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Padang, Lanud Sutan Sjahrir, serta seluruh pihak yang telah ikut membantu. Kami mendapat informasi, setelah ini akan dikirim lagi sebanyak 500 Kg rendang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita dapat mencapai target 5 ton sebagaimana yang telah ditetapkan," katanya.



0 Komentar